Mengenali Roh Kudus (2)
Efesus
1:13
“Kalian pun sudah
menjadi umat Allah sewaktu kalian mendengar pesan Allah, yakni Kabar Baik yang
memberi keselamatan kepadamu. Kalian percaya kepada Yesus Kristus, karena itu
Allah memberi tanda milik-Nya kepadamu, yaitu Roh-Nya yang dijanjikan-Nya.”
Apabila kita percaya kepada Yesus apakah yang akan
terjadi kepada kita?
Kita akan menerima tanda milik Tuhan Allah!
Kita akan menerima Yesus Kristus, Allah Bapa dan Roh
Kudus juga. Kesemua tiga-tiga ahli-ahli trinity.
Roh Kudus mempunyai kerja yang khusus di dalam hidup
kita.
Dia menolong kita menjadi seorang kristian yang
lebih baik dan Dia memberikan kita hadiah-hadiah rohani.
2 tugas khas:
1. Roh Kudus mampu menjadikan kita sebagai seorang
kristian yang lebih baik. Kita akan mempunyai sikap yang bagus. Cara kita
bercakap, berlagak dan berkomunikasi dengan orang lain akan dikuasai Roh Kudus.
Galatia
5:19 -23
“Keinginan tabiat
manusia nyata dalam perbuatan-perbuatan yang cabul, kotor, dan tidak patut;
dalam penyembahan berhala dan ilmu guna-guna; dalam bermusuh-musuhan,
berkelahi, cemburu, lekas marah, dan mementingkan diri sendiri; perpecahan dan
berpihak-pihak, serta iri hati, bermabuk-mabukan, berpesta-pesta dan lain
sebagainya.
Terhadap semuanya itu saya peringatkan kalian sekarang sebagaimana
saya peringatkan kalian dahulu juga, bahwa orang-orang yang melakukan hal-hal
seperti itu tidak akan menjadi anggota umat Allah.
Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah: Mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia, mereka rendah hati, dan selalu sanggup menguasai diri. Tidak ada hukum agama yang melarang hal-hal seperti itu.”
Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah: Mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia, mereka rendah hati, dan selalu sanggup menguasai diri. Tidak ada hukum agama yang melarang hal-hal seperti itu.”
Apakah 9 kualiti atau
sikap yang baik yang akan diberikan kita oleh Roh Kudus?
Bagaimanakah kita boleh
memperolehi sikap yang baik tersebut?
Yohanes 15:5
“Akulah pohon anggur,
dan kalian cabang-cabangnya. Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan
dia, akan berbuah banyak; sebab tanpa Aku, kalian tak dapat berbuat apa-apa.”
Kita harus bersatu
dengan Yesus dengan berdoa dan membaca Alkitab.
Bagaimanakah kita boleh
membuangkan sifat-sifat kotor kita?
Bagaimanakah kita boleh menpunyai
sifat-sifat Roh Kudus yang baik?
Galatia 5:16
“Maksud saya begini:
Biarlah Roh Allah membimbing kalian dan janganlah hidup menurut keinginan
tabiat manusia.”
2.
Memberikan kita hadiah-hadiah
rohani
Tugas Roh Kudus yang kedua ialah memberikan kita
hadiah-hadiah rohani.
Hadiah-hadiah tersebut adalah untuk membina
gereja kita.
Alkitab mengambarkan gereja sebagai BADAN YESUS
KRISTUS. BadanNya mempunyai pelbagai fungsi. Mata untuk penglihatan, mulut
untuk percakapan, telinga untuk mendengar, tangan untuk melayani orang lain.
Setiap bahagian Badan Kristus menpunyai peranan
yang penting. Kesemua bahagian Badan Kristus adalah untuk membolehkan kita
menolong satu sama lain.
Setiap bahagian mempunyai hadiah daripada Roh
Kristus untuk menolong kita membina gereja dan satu sama lain.
1 Korintus 12:1-11
“Sekarang mengenai
karunia-karunia yang diberikan Roh Allah. Mengenai itu, saya mau
Saudara-saudara mengetahui yang sebenarnya.
Ingatlah bahwa pada waktu kalian belum mengenal Tuhan, kalian
terpengaruh untuk mengikuti berhala yang bisu.
Kalian harus tahu bahwa
orang yang dipimpin Roh Allah tidak dapat berkata, "Terkutuklah
Yesus!" Begitu juga tidak seorang pun dapat mengatakan, "Yesuslah
Tuhan!" kalau orang itu tidak dipimpin Roh Allah.
Ada bermacam-macam karunia dari Roh Allah, tetapi semuanya diberi oleh Roh yang satu. Ada bermacam-macam pekerjaan untuk melayani Tuhan, tetapi Tuhan yang dilayani itu, Tuhan yang satu juga!
Ada bermacam-macam karunia dari Roh Allah, tetapi semuanya diberi oleh Roh yang satu. Ada bermacam-macam pekerjaan untuk melayani Tuhan, tetapi Tuhan yang dilayani itu, Tuhan yang satu juga!
Ada berbagai-bagai cara
mengerjakan pekerjaan Tuhan, tetapi yang memberikan kekuatan untuk itu kepada
setiap orang adalah Allah yang satu juga.
Untuk kebaikan kita semua, Roh Allah bekerja pada setiap orang secara
sendiri-sendiri. Kepada yang seorang,
Roh itu memberikan kesanggupan untuk berbicara dengan wibawa. Kepada yang lain
Roh yang sama itu memberikan kesanggupan untuk menjelaskan tentang Allah.
Roh yang satu itu juga memberikan kepada orang yang satu, kemampuan yang luar biasa untuk percaya kepada Kristus; sedangkan kepada yang lain Roh itu memberikan kuasa untuk menyembuhkan orang.
Kepada seorang diberikan kuasa untuk mengadakan keajaiban dan kepada yang lain diberikan karunia untuk memberitahukan rencana-rencana Allah.
Roh yang satu itu juga memberikan kepada orang yang satu, kemampuan yang luar biasa untuk percaya kepada Kristus; sedangkan kepada yang lain Roh itu memberikan kuasa untuk menyembuhkan orang.
Kepada seorang diberikan kuasa untuk mengadakan keajaiban dan kepada yang lain diberikan karunia untuk memberitahukan rencana-rencana Allah.
Kepada yang lain
lagi Roh itu memberi kesanggupan untuk membeda-bedakan mana karunia yang dari
Roh Allah dan mana yang bukan. Ada yang diberikan kesanggupan untuk berbicara dengan
berbagai bahasa yang ajaib, dan ada pula yang diberikan kesanggupan untuk
menerangkan arti bahasa-bahasa itu.
Semuanya itu dikerjakan oleh Roh yang satu itu juga; masing-masing orang diberi karunia yang tersendiri menurut kemauan Roh itu sendiri.”
Semuanya itu dikerjakan oleh Roh yang satu itu juga; masing-masing orang diberi karunia yang tersendiri menurut kemauan Roh itu sendiri.”
Terdapat 9 karunia Roh
Kudus. Apakah karunia tersebut?
Roma 12:6-8
“Kita masing-masing
mempunyai karunia-karunia pelayanan yang berlainan. Karunia-karunia itu
diberikan oleh Allah kepada kita menurut rahmat-Nya. Sebab itu kita harus
memakai karunia-karunia itu. Orang yang mempunyai karunia untuk mengabarkan
berita dari Allah, harus mengabarkan berita dari Allah itu menurut kemampuan
yang ada padanya.
Orang yang mempunyai karunia untuk menolong orang lain, harus sungguh-sungguh menolong orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk mengajar, harus sungguh-sungguh mengajar.
Orang yang mempunyai karunia untuk memberi semangat kepada orang lain, harus sungguh-sungguh memberi semangat kepada orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk memberikan kepada orang lain apa yang dipunyainya, harus melakukan itu dengan murah hati secara wajar. Orang yang mempunyai karunia untuk memimpin, harus sungguh-sungguh memimpin. Orang yang mempunyai karunia untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, harus melakukannya dengan senang hati.”
Orang yang mempunyai karunia untuk menolong orang lain, harus sungguh-sungguh menolong orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk mengajar, harus sungguh-sungguh mengajar.
Orang yang mempunyai karunia untuk memberi semangat kepada orang lain, harus sungguh-sungguh memberi semangat kepada orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk memberikan kepada orang lain apa yang dipunyainya, harus melakukan itu dengan murah hati secara wajar. Orang yang mempunyai karunia untuk memimpin, harus sungguh-sungguh memimpin. Orang yang mempunyai karunia untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, harus melakukannya dengan senang hati.”
Apakah karunia yang
disebut di dalam ayat-ayat di atas?
Tidak seorang akan
mendapat semua karunia di atas. Bukan niat Tuhan untuk memberi karuniaNya
kepada seorang sehaja.
Apakah sebab atau
tujuan utama karunia diberikan?
1 Korintus 12:7
“Untuk kebaikan kita
semua, Roh Allah bekerja pada setiap orang secara sendiri-sendiri.”
1 Korintus 12:31
“Karena itu, hendaklah
kalian berusaha sungguh-sungguh untuk mendapat karunia-karunia yang paling
utama. Namun berikut ini saya menunjukkan kepadamu jalan yang terbaik”
1 Korintus 13:1-13
“Meskipun saya dapat
berbicara dengan berbagai bahasa manusia, bahkan dengan bahasa malaikat
sekalipun, tetapi saya tidak mengasihi orang lain, maka ucapan-ucapan saya itu
hanya bunyi yang nyaring tanpa arti.
Meskipun saya pandai menyampaikan berita dari Allah, dan mengerti semua hal yang dalam-dalam, dan tahu segala sesuatu serta sangat percaya kepada Allah sehingga dapat membuat gunung berpindah, tetapi saya tidak mengasihi orang-orang lain, maka saya tidak berarti apa-apa!
Meskipun semua yang saya miliki, saya sedekahkan kepada orang miskin, dan saya menyerahkan diri saya untuk dibakar, tetapi saya tidak mengasihi orang-orang lain, maka semuanya itu tidak ada gunanya sama sekali.
Orang yang mengasihi orang-orang lain, sabar dan baik hati. Ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, tidak sombong. Ia tidak angkuh, tidak kasar, ia tidak memaksa orang lain untuk mengikuti kemauannya sendiri, tidak juga cepat tersinggung, dan tidak dendam.
Orang yang mengasihi orang-orang lain, tidak senang dengan kejahatan, ia hanya senang dengan kebaikan. Ia tahan menghadapi segala sesuatu dan mau percaya akan yang terbaik pada setiap orang; dalam keadaan yang bagaimanapun juga orang yang mengasihi itu tidak pernah hilang harapannya dan sabar menunggu segala sesuatu.
Meskipun saya pandai menyampaikan berita dari Allah, dan mengerti semua hal yang dalam-dalam, dan tahu segala sesuatu serta sangat percaya kepada Allah sehingga dapat membuat gunung berpindah, tetapi saya tidak mengasihi orang-orang lain, maka saya tidak berarti apa-apa!
Meskipun semua yang saya miliki, saya sedekahkan kepada orang miskin, dan saya menyerahkan diri saya untuk dibakar, tetapi saya tidak mengasihi orang-orang lain, maka semuanya itu tidak ada gunanya sama sekali.
Orang yang mengasihi orang-orang lain, sabar dan baik hati. Ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, tidak sombong. Ia tidak angkuh, tidak kasar, ia tidak memaksa orang lain untuk mengikuti kemauannya sendiri, tidak juga cepat tersinggung, dan tidak dendam.
Orang yang mengasihi orang-orang lain, tidak senang dengan kejahatan, ia hanya senang dengan kebaikan. Ia tahan menghadapi segala sesuatu dan mau percaya akan yang terbaik pada setiap orang; dalam keadaan yang bagaimanapun juga orang yang mengasihi itu tidak pernah hilang harapannya dan sabar menunggu segala sesuatu.
Tidak pernah akan ada
saat di mana orang tidak perlu saling mengasihi. Sekarang ini ada orang yang
pandai menyampaikan berita dari Allah, tetapi nanti ia akan berhenti
menyampaikan berita itu. Sekarang ada yang pandai berbicara dalam berbagai
bahasa yang ajaib, tetapi nanti ia akan berhenti berbicara dalam bahasa-bahasa
itu. Sekarang ada orang yang mengetahui banyak hal, tetapi nanti apa yang
mereka ketahui itu akan dilupakan.
Sebab, pengetahuan kita dan kesanggupan kita untuk menyampaikan berita dari Allah, masih kurang sempurna. Nanti akan tiba waktunya Allah membuat semuanya sempurna, dan yang tidak sempurna itu akan hilang.
Pada waktu saya masih anak kecil, saya berbicara seperti anak kecil, saya berperasaan seperti anak kecil dan saya berpikir seperti anak kecil. Sekarang saya sudah dewasa, kelakuan saya yang kekanak-kanakan sudah saya buang.
Apa yang kita lihat sekarang ini adalah seperti bayangan yang kabur pada cermin. Tetapi nanti kita akan melihat langsung dengan jelas. Sekarang saya belum tahu segalanya, tetapi nanti saya akan tahu segalanya sama seperti Allah tahu segalanya mengenai diri saya.
Jadi, untuk saat ini ada tiga hal yang kita harus tetap lakukan: percaya, berharap dan saling mengasihi. Yang paling penting dari ketiganya itu ialah mengasihi orang-orang lain.”
Sebab, pengetahuan kita dan kesanggupan kita untuk menyampaikan berita dari Allah, masih kurang sempurna. Nanti akan tiba waktunya Allah membuat semuanya sempurna, dan yang tidak sempurna itu akan hilang.
Pada waktu saya masih anak kecil, saya berbicara seperti anak kecil, saya berperasaan seperti anak kecil dan saya berpikir seperti anak kecil. Sekarang saya sudah dewasa, kelakuan saya yang kekanak-kanakan sudah saya buang.
Apa yang kita lihat sekarang ini adalah seperti bayangan yang kabur pada cermin. Tetapi nanti kita akan melihat langsung dengan jelas. Sekarang saya belum tahu segalanya, tetapi nanti saya akan tahu segalanya sama seperti Allah tahu segalanya mengenai diri saya.
Jadi, untuk saat ini ada tiga hal yang kita harus tetap lakukan: percaya, berharap dan saling mengasihi. Yang paling penting dari ketiganya itu ialah mengasihi orang-orang lain.”
Apakah karunia yang
paling penting?
Apakah karunia yang
kamu telah terima?
No comments:
Post a Comment