Sebagai
hamba Allah, kita seharusnya menjadi contoh kepada orang yang lain.
1 Timotius 4:12
“Janganlah membiarkan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau
masih muda. Sebaliknya, hendaklah engkau menjadi teladan bagi orang-orang
percaya dalam percakapanmu dan kelakuanmu, dalam cara engkau mengasihi sesama
dan percaya kepada Yesus Kristus, dan dengan hidupmu yang murni.”
1 Petrus 5:1-5
“Saya minta perhatian para pemimpin jemaatmu. Saya menulis ini sebagai
rekan pemimpin dan sebagai orang yang sudah menyaksikan sendiri penderitaan
Kristus, dan yang akan turut juga diagungkan, apabila keagungan Kristus
diperlihatkan kepada manusia.
Saya minta dengan sangat supaya kalian menggembalakan kawanan domba yang
diserahkan Allah kepadamu.
Gembalakanlah mereka dengan senang
hati sebagaimana yang diinginkan oleh Allah, dan janganlah dengan berat hati.
Janganlah pula melakukan pekerjaanmu guna mendapat keuntungan, melainkan karena
kalian sungguh-sungguh ingin melayani.
Janganlah bertindak sebagai penguasa terhadap mereka yang dipercayakan kepadamu, melainkan jadilah teladan untuk mereka. Dan pada waktu Gembala Agung itu datang nanti, kalian akan menerima mahkota yang gemilang, yang tidak akan pudar kegemilangannya.”
Janganlah bertindak sebagai penguasa terhadap mereka yang dipercayakan kepadamu, melainkan jadilah teladan untuk mereka. Dan pada waktu Gembala Agung itu datang nanti, kalian akan menerima mahkota yang gemilang, yang tidak akan pudar kegemilangannya.”
1.
Contoh pelayanan
Jadilah
contoh seorang hamba Allah dengan melayani orang lain
terutamanya domba-domba Tuhan Allah.
terutamanya domba-domba Tuhan Allah.
2 Korintus 10:24
“Janganlah seorang pun berjuang untuk kepentingan dirinya sendiri saja.
Setiap orang harus berjuang untuk kepentingan orang lain.”
2.
Contoh dalam penyembahan Tuhan
Sebagai
hamba Allah, kita harus meraikan setiap kali kita ke hadirat Tuhan untuk memuji
dan menyembahNya.
Ini akan menunjukkan kepada orang lain bahawa kita menganggap masa memuji dan menyanyikan pujian Tuhan sebagai masa yang amat penting.
Ini akan menunjukkan kepada orang lain bahawa kita menganggap masa memuji dan menyanyikan pujian Tuhan sebagai masa yang amat penting.
Sampailah
ke gereja tepat pada waktunya. Jangan bercakap-cakap dengan kawan-kawan semasa
pujian dan penyembahan Tuhan.
Janganlah
main-main dengan budak-budak waktu menyembah dan memuji Tuhan.
Janganlah
cuba untuk mengambil perhatian orang lain. Gunalah masa pujian dan penyembahan
untuk menunjukkan bahawa kita serius terhadap masa nyanyian pujian-pujian
Tuhan.
3.
Contoh dalam menepati masa
Datanglah
tepat pada masanya.
Kelewatan masa akan membuat orang lain menganggap bahawa kamu tidak menghiraukan hadhirat Tuhan.
Apabila kita datang awal pada masanya, kelakuan kita seperti menghormati mereka yang datang awal.
Kelewatan masa akan membuat orang lain menganggap bahawa kamu tidak menghiraukan hadhirat Tuhan.
Apabila kita datang awal pada masanya, kelakuan kita seperti menghormati mereka yang datang awal.
Kelewatan
masa menonjol mata seperti sesuatu yang kekurangan disiplin.
4.
Contoh dalam fleksibiliti
Adakalanya
seorang pemimpin harus flexible untuk berubah.
Kegilaan itu ialah membuat perkara yang sama selalu dengan cara yang sama selalu sambil mengharapkan kesudahan yang berlainan.
Pemimpin Tuhan harus bertindak mengikut arahan Roh Tuhan dan demikiannya selalu fleksible untuk membuat perubahan.
Kegilaan itu ialah membuat perkara yang sama selalu dengan cara yang sama selalu sambil mengharapkan kesudahan yang berlainan.
Pemimpin Tuhan harus bertindak mengikut arahan Roh Tuhan dan demikiannya selalu fleksible untuk membuat perubahan.
Matius 9:16-17
“Tidak ada orang yang menambal baju yang sudah tua dengan sepotong kain
yang masih baru. Sebab kain penambal itu akan menciut dan menyobek baju itu,
sehingga mengakibatkan sobekan yang lebih besar. Begitu juga tidak ada orang
yang menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab kantong itu
akan pecah dan rusak, lalu anggurnya terbuang. Anggur baru harus dituang ke
dalam kantong yang baru juga, supaya kedua-duanya tetap baik."
5.
Contoh dalam keluarga
Lelaki
adalah ketua rumah.
Seorang lelaki haruslah memimpin dengan tegas dan baik. Anak-anak yang kurang disiplin mungkin menunjukkan mencerminkan kekurangan kepimpinan seorang bapa di rumah.
Walaubagaimanapun perkara ini mungkin tidak semestinya kerana anak-anak kita mempunyai pilihan-pilihan jalan hidup sendiri.
Seorang lelaki haruslah memimpin dengan tegas dan baik. Anak-anak yang kurang disiplin mungkin menunjukkan mencerminkan kekurangan kepimpinan seorang bapa di rumah.
Walaubagaimanapun perkara ini mungkin tidak semestinya kerana anak-anak kita mempunyai pilihan-pilihan jalan hidup sendiri.
6.
Contoh dalam hal ehwal kewangan
Sebagai
pemimpin kita jangan berhutang keliling pinggang.
Mal 3:10
“Bawalah sepersepuluhanmu seluruhnya ke Rumah-Ku supaya ada makanan
berlimpah di sana. Ujilah Aku, maka kamu akan melihat bahwa Aku membuka
pintu-pintu surga dan melimpahi kamu dengan segala yang baik.”
Kita harus menjadi contoh seorang yang besar hati dan tidak mengira
sangat.
Pemberian kita kepada kerja-kerja Tuhan terutamanya dari segi pemberian
wang harusnya dari hati yang tidak cerewet.
7.
Contoh dalam doa
Seorang
ketua gereja sangat sibuk.
Oleh kerana sibuk sangat maka doanya juga harus semakin ‘’sibuk” kerana terlalu banyak tanggungjawabnya.
Samada bersendirian atau secara koporat, doa itu tidak harus diabaikan.
Oleh kerana sibuk sangat maka doanya juga harus semakin ‘’sibuk” kerana terlalu banyak tanggungjawabnya.
Samada bersendirian atau secara koporat, doa itu tidak harus diabaikan.
Lukas 5:15-16
“Tetapi kabar tentang Yesus makin tersebar ke mana-mana, dan banyak orang
datang untuk mendengar-Nya dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Setelah itu Yesus pergi berdoa ke tempat yang sunyi.”
Setelah itu Yesus pergi berdoa ke tempat yang sunyi.”
8.
Contoh dalam kerajinan dan ketekunan
Paulus
merupakan seorang yang amat tekun dan rajin.
Dianya tidak habis-habis mengerjakan kerja Tuhan dengan hati yang penuh riang dan gembira.
Dia tidak pernah merungut walaupun tanggungjawabnya amat berat.
Dianya tidak habis-habis mengerjakan kerja Tuhan dengan hati yang penuh riang dan gembira.
Dia tidak pernah merungut walaupun tanggungjawabnya amat berat.
2 Timotius
2:6
“Petani yang sudah bekerja keras, dialah yang pertama-tama berhak
mendapat hasil tanaman”
9.
Contoh dalam penyibaran Berita Baik
Seorang
ketua gereja atau pemimpin merupakan seorang yang suka
menyibarkan Berita Baik.
Dia sanggup membuat perkabaran injil di mana-manapun.
menyibarkan Berita Baik.
Dia sanggup membuat perkabaran injil di mana-manapun.
Kisah Rasul-Rasul 1:8
“Tetapi kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu.
Dan kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, di
Samaria, dan sampai ke ujung bumi."
10.
Contoh dalam
mempelajari Kitab Injil
Seorang
pemimpin gereja hendaklah sayangkan Kitab suci.
Masa hendaklah diluangkan untuk membaca Alkitab, mengajarnya dan memimikirkan ayat-ayat suci dengan mendalam.
Masa hendaklah diluangkan untuk membaca Alkitab, mengajarnya dan memimikirkan ayat-ayat suci dengan mendalam.
1 Korintus 2:4-5
“Berita yang saya sampaikan kepadamu tidak saya sampaikan dengan
kata-kata yang memikat menurut kebijaksanaan manusia. Saya menyampaikan itu
dengan cara yang membuktikan bahwa Roh Allah berkuasa. Saya berbuat begitu,
supaya kepercayaanmu kepada Kristus tidak berdasarkan kebijaksanaan manusia,
melainkan berdasarkan kuasa Allah.”
11.
Contoh
seorang yang peramah dan senang bergaul
Seorang
pemimpin yang selalu bersenyuman merupakan seorang yang senang dibawa bicara.
Ia juga dapat menawan banyak kawan. Dengan banyaknya kawan kami maka lebih
banyaklah peluang untuk bersaksi!
12.
Contoh dalam
perkara-perkara yang bermoral
1 Timotius 3:1-13
“Sungguh benar perkataan ini, "Orang yang ingin menjadi penilik
jemaat, menginginkan suatu pekerjaan yang sangat berharga.
Seorang penilik jemaat haruslah orang yang tanpa cela, hanya satu istrinya, tahu menahan diri, bijaksana, dan tertib; ia suka menerima orang di rumahnya, dan bisa mengajar orang; jangan orang yang pemabuk, atau yang suka berkelahi. Sebaliknya, ia harus lemah lembut dan suka akan damai. Ia tidak boleh mata duitan. Ia harus tahu mengatur rumah tangganya dengan baik, dan mendidik anak-anaknya untuk taat dan hormat kepadanya.
Sebab kalau orang tidak tahu mengatur rumah tangganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengatur jemaat Allah? Seorang penilik jemaat tidak boleh orang yang baru saja menjadi Kristen, sebab nanti ia menjadi sombong lalu terkutuk seperti Iblis dahulu. Ia haruslah orang yang punya nama baik dalam masyarakat; sebab kalau tidak begitu, maka ia akan dihina orang, sehingga jatuh ke dalam perangkap Iblis.
Pembantu jemaat haruslah juga orang yang baik dan tulus; tidak mata duitan dan tidak suka minum terlalu banyak anggur. Mereka harus berpegang teguh dengan hati nurani yang murni pada ajaran kepercayaan Kristen yang sudah dinyatakan oleh Allah. Hendaknya mereka diuji dahulu, dan kalau ternyata mereka tidak bercela, barulah mereka boleh membantu di dalam jemaat.
Istri mereka pun haruslah juga orang yang baik, bukan orang yang suka menyebarkan desas-desus. Mereka harus tahu menahan diri dan jujur dalam segala hal. Pembantu jemaat harus mempunyai hanya satu orang istri. Ia harus tahu mengatur anak-anaknya dan rumah tangganya dengan baik. Orang-orang yang membantu dengan baik di dalam jemaat, akan dihormati dan menjadi semakin berani berbicara mengenai kepercayaan mereka kepada Kristus.”
Seorang penilik jemaat haruslah orang yang tanpa cela, hanya satu istrinya, tahu menahan diri, bijaksana, dan tertib; ia suka menerima orang di rumahnya, dan bisa mengajar orang; jangan orang yang pemabuk, atau yang suka berkelahi. Sebaliknya, ia harus lemah lembut dan suka akan damai. Ia tidak boleh mata duitan. Ia harus tahu mengatur rumah tangganya dengan baik, dan mendidik anak-anaknya untuk taat dan hormat kepadanya.
Sebab kalau orang tidak tahu mengatur rumah tangganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengatur jemaat Allah? Seorang penilik jemaat tidak boleh orang yang baru saja menjadi Kristen, sebab nanti ia menjadi sombong lalu terkutuk seperti Iblis dahulu. Ia haruslah orang yang punya nama baik dalam masyarakat; sebab kalau tidak begitu, maka ia akan dihina orang, sehingga jatuh ke dalam perangkap Iblis.
Pembantu jemaat haruslah juga orang yang baik dan tulus; tidak mata duitan dan tidak suka minum terlalu banyak anggur. Mereka harus berpegang teguh dengan hati nurani yang murni pada ajaran kepercayaan Kristen yang sudah dinyatakan oleh Allah. Hendaknya mereka diuji dahulu, dan kalau ternyata mereka tidak bercela, barulah mereka boleh membantu di dalam jemaat.
Istri mereka pun haruslah juga orang yang baik, bukan orang yang suka menyebarkan desas-desus. Mereka harus tahu menahan diri dan jujur dalam segala hal. Pembantu jemaat harus mempunyai hanya satu orang istri. Ia harus tahu mengatur anak-anaknya dan rumah tangganya dengan baik. Orang-orang yang membantu dengan baik di dalam jemaat, akan dihormati dan menjadi semakin berani berbicara mengenai kepercayaan mereka kepada Kristus.”
No comments:
Post a Comment