Sunday, September 22, 2013

The widow's oil

This wonderful message was shared by Philip Mantofa at the recent Jubilee prayers at CCC. He said that he just received it on the spot whilst worshiping with us.

2 Kings 4:1-8

"A certain woman of the wives of the sons of the prophets cried out to Elisha, saying, “Your servant my husband is dead, and you know that your servant feared the Lord. And the creditor is coming to take my two sons to be his slaves.”

So Elisha said to her, “What shall I do for you? Tell me, what do you have in the house?” And she said, “Your maidservant has nothing in the house but a jar of oil.”

Then he said, “Go, borrow vessels from everywhere, from all your neighbors—empty vessels; do not gather just a few. And when you have come in, you shall shut the door behind you and your sons; then pour it into all those vessels, and set aside the full ones.”So she went from him and shut the door behind her and her sons, who brought the vessels to her; and she poured it out. Now it came to pass, when the vessels were full, that she said to her son, “Bring me another vessel.”

And he said to her, “There is not another vessel.” So the oil ceased. Then she came and told the man of God. And he said, “Go, sell the oil and pay your debt; and you and your sons live on the rest.”

Sometimes the church is just like the "widow". The church sees its lack and inability to overcome the enemy - "the creditor" who is prowling around like a roaring lion seeking whom it may devour.

The church does not realize that it has the potential to defeat the "creditor" even if all it has is a "little oil"!

Like the widow, we should go out to our "neighbors", those around us in our sphere of influence, our contacts, our family members and loved ones to borrow their "vessels" to pour the oil  even if our oil is very little. In going out we have to knock on doors and to make contact and connection with them. In going out to share with our neighbors, we will begin to stop focusing on our lack but start focusing on others.

Like the widow we need to pour our little oil into these vessels to fill them up. We pour out the Holy Spirit who is in our heart into these vessels that we are reaching out to and whom we are touching with the love of God.

When we do that the little oil will continue to flow and begin to increase and overflow in our lives and fill up many empty jars even till the very last jar!



Wednesday, September 11, 2013

Cerita Kornelius

Cerita Kornelius

Cerita ini adalah cerita yang menarik.

Kornelius seorang bangsa Itali. Dia bekerja untuk kerajaan Rom sebagai seorang pegawai tinggi mengendalikan askar-askar Rom sebanyak 480 orang.

Kira-kira 65% askar-askar Rom masa Kornelius datangnya dari bangsa Itali.  Kemungkinan besar semua askar-askarnya datang dari Itali. Kornelius merupakan pegawai tinggi dalam regimen askar Rom kerana ia mempunyai orang suruhan. Lebih lagi keluarganya dapat tinggal bersamanya sekadar darjat seorang pegawai tinggi.

Kerendahan hati Kornelius

Walaupun orang-orang Rom masa itu menganggap orang Yunani sebagai orang berpangkat rendah, tetapi Kornelius tidak menpunyai tanggapan tersebut. Dia tidak angkuh. Dia tidak prejudis terhadap orang Yunani. Malahan dia percaya kepada Tuhan Yahweh, Tuhan orang-orang Yunani. Dia seorang yang amat rendah hati dan tidak sombong langsung.

Walaupun di kelilingi patong-patong tuhan-tuhan orang Rom, Kornelius tetap percaya kepada Tuhan yang Satu dan bukan banyak tuhan-tuhan.

Dia sering menolong mereka yang miskin, beribadat dan selalu berdoa kepada Allah.

Kisah Rasul-Rasul 10:1-5

“Di Kaisarea ada seorang laki-laki bernama Kornelius. Ia seorang kapten "Pasukan Italia. Ia orang yang takut kepada Allah dan seluruh keluarganya beribadat kepada Allah. Ia banyak menolong orang-orang Yahudi yang miskin, dan ia selalu berdoa kepada Allah.”

“Pada suatu hari kira-kira pukul tiga siang ia melihat dengan jelas dalam suatu penglihatan, seorang malaikat Allah datang dan memanggil dia, "Kornelius!”. Kornelius memandang malaikat itu dengan ketakutan lalu berkata, "Ada apa Tuan?"

Malaikat itu menjawab, "Doamu dan kemurahan hatimu sudah diterima oleh Allah dan Allah ingat kepadamu. Sekarang suruhlah orang ke Yope memanggil Simon yang nama lengkapnya Simon Petrus. Ia sedang menumpang di rumah seorang penyamak kulit bernama Simon, yang tinggal di tepi pantai."

Kesucian hati Kornelius

Memang jelas hatinya adalah hati yang suci dan baik. Dia juga selalu berdoa kepada Tuhan yang maha esa, Tuhan yang satu dan bukan pelbagai Tuhan.

Kesucian hatinya semakin ketara sehingga suatu hari seorang malaikat Allah menjelma di depannya dan memberikannya arahan tertentu untuk mencari Petrus.

Memanglah tabiatnya untuk berdoa pada masa-masa yang tertentu tiap-tiap hari kepada Tuhan Allah orang Yahudi.

Kisah Rasul 10:22

“Mereka menjawab, "Kapten Kornelius menyuruh kami kemari. Ia seorang yang baik dan takut kepada Allah, serta sangat dihormati oleh semua orang Yahudi. Seorang malaikat Allah menyuruh dia minta Tuan datang ke rumahnya karena, sebagai jawaban atas doanya, ia disuruh mendengarkan apa yang akan Tuan katakan kepadanya."  Maka Petrus mempersilakan mereka masuk untuk menginap di situ. Besoknya Petrus bangun dan pergi bersama-sama mereka. Beberapa orang percaya dari Yope pun ikut juga.

Kemurahan hati Kornelius

Bukan sehaja dia beribadat dan berdoa, Kornelius juga banyak menolong orang-orang Yahudi yang miskin. Sebagai seorang Itali dia tidak dibenarkan ke jemaah Yahudi kerana dia tidak disunat tetapi dia tetap memberi sedekah dan membina tempat-tempat ibadat untuk orang Yahudi.

Kehormatannya terhadap hamba Allah

Jelas sekali Kornelius amat menyanjungi Petrus yang telah dihantar kepadanya oleh malaikat Tuhan yang memberi utusan. Walaupun dia seorang yang berpangkat tinggi dia sanggup sujud apabila berjumpa dengan Petrus yang datang ke rumahnya.

Dia telah sedar bahawa Petrus merupakan hamba Allah yang membawa berita baik jadi dia telah mengumpul ahli-ahli keluarganya berkumpul untuk mendengarnya.

Kisah Rasul 10:25

Ketika Petrus sampai, Kornelius pergi menyambut dia dan sujud di hadapannya. Tetapi Petrus menolong dia berdiri, lalu berkata, "Bangunlah! Saya sendiri pun manusia juga." Sementara berbicara dengan Kornelius, Petrus masuk ke dalam rumah. Di situ ia melihat banyak orang sudah berkumpul.”


Ketua keluarga yang mempunyai sifat kerohanian

Memang patutnya seorang ketua keluarga mempunyai hati dan sikap rohani. Ini adalah kerana ahli-ahli keluarganya akan mengikut imannya sebagai contoh.

Petrus terus menginjil kepada seluruh keluarga Kornelius kerana telah dibenarkannya. Korneliuslah yang telah mengumpul ahli-ahli keluarganya untuk mendengar Berita Baik.

Sebenarnya Kornelius terus beribadat dengan seluruh keluarganya. 

Jadi senanglah untuk Petrus mengajari mereka tentang Yesus Kristus.

Selepas dikhabarkan Berita Baik, semua keluarganya menerima baptisan Roh Kudus dan juga terus dibaptiskan dengan air!

Kisah Rasul 10:37

“Kalian tahu apa yang sudah terjadi di seluruh Yudea, yaitu yang mulai dari Galilea sesudah baptisan yang dianjurkan oleh Yohanes. Kalian tahu bahwa Allah sudah memilih Yesus orang Nazaret itu dan memberikan kepada-Nya Roh Allah dan kuasa. Kalian tahu juga bahwa Yesus itu pergi ke mana-mana untuk berbuat baik; Ia menyembuhkan semua orang yang dikuasai oleh Iblis, sebab Allah menyertai Dia.


Kami inilah orang-orang yang sudah melihat sendiri segala sesuatu yang Ia lakukan di negeri orang Yahudi dan di Yerusalem. Meskipun begitu mereka menyalibkan dan membunuh Dia. Tetapi pada hari yang ketiga Allah menghidupkan Dia lagi dari kematian dan memperlihatkan Dia kepada manusia;
tidak kepada semua orang, melainkan hanya kepada kami yang sudah dipilih oleh Allah terlebih dahulu untuk menjadi saksi-saksi-Nya: Kami makan dan minum dengan Dia sesudah Ia hidup kembali dari kematian.

Dan Ia menyuruh kami memberitakan Kabar Baik itu kepada orang-orang dan memberi kesaksian bahwa Ialah yang diangkat oleh Allah menjadi Hakim orang-orang yang masih hidup dan orang-orang yang sudah mati.

Semua nabi-nabi berbicara tentang Dia. Mereka berkata bahwa semua orang yang percaya kepada Yesus, akan diampuni dosanya dengan kekuasaan dari Yesus."


Sementara Petrus masih berbicara, Roh Allah turun dan menguasai semua orang yang mendengar berita itu. Orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus dan mengikuti Petrus dari Yope, semuanya heran melihat Allah memberikan juga Roh-Nya kepada orang-orang bangsa lain yang bukan Yahudi.


Sebab mereka mendengar orang-orang itu berbicara dalam pelbagai bahasa dan memuji-muji kebesaran Allah. Lalu Petrus berkata, "Coba lihat, orang-orang ini sudah mendapat Roh Allah seperti kita. Jadi dapatkah orang menghalang-halangi mereka untuk dibaptis dengan air?" Maka Petrus menyuruh mereka dibaptis atas nama Yesus Kristus. Setelah itu mereka minta supaya Petrus tinggal dengan mereka beberapa hari lamanya.”

Kesimpulan:

1.     Kornelius seorang yang rendah hati, tidak sombong atau angkuh

2.     Kornelius seorang yang bersifat kerohanian dan benar-benar mencari Tuhan Allah yang benar untuk disembah

3.     Kornelius seorang ketua keluarga yang menyayangi keluarganya sehingga sanggup mengumpul ahli-ahli keluarganya supaya dapat mendengar Berita Baik

4.     Kornelius seorang yang suka berdoa walaupun dia tidak banyak mengetahui tentang baptisan Roh Kudus atau baptisan air.




Friday, September 6, 2013

Bahasa Roh Kudus

Berdoa dengan pertolongan Roh Kudus adalah akibat daripada

perhubungan kita dengan Tuhan.

Roh Kudus akan menolong kita berdoa. Dia akan berdoa melalui 

kita dan melalui kita.


Apakah itu Bahasa Roh?


Ia adalah bahasa malaikat.


1 Korintus 13:1

“Meskipun saya dapat berbicara dengan berbagai bahasa manusia,

bahkan dengan bahasa malaikat sekalipun, tetapi saya tidak 

mengasihi orang lain, maka ucapan-ucapan saya itu hanya bunyi 

yang nyaring tanpa arti.”


Siapakah yang boleh berdoa dalam Bahasa Roh?


Sesiapa yang percaya pada Yesus Kristus dan telah membuka 

hatinya kepada Roh Kudus.


Kisah Para Rasul 2:38

“Petrus menjawab, "Bertobatlah dari dosa-dosamu. Dan hendaklah 

kalian masing-masing dibaptiskan atas nama Yesus Kristus, supaya 

dosa-dosamu diampuni. Maka Saudara-saudara akan menerima 

hadiah Roh Allah dari Allah.”


Kisah Para Rasul 10:44-46


“Sementara Petrus masih berbicara, Roh Allah turun dan 

menguasai semua orang yang mendengar berita itu. Orang-orang 

Yahudi yang percaya kepada Yesus dan mengikuti Petrus dari 

Yope, semuanya heran melihat Allah memberikan juga Roh-Nya

kepada orang-orang bangsa lain yang bukan Yahudi.

Sebab mereka mendengar orang-orang itu berbicara dalam pelbagai

bahasa dan memuji-muji kebesaran Allah."


Kisah Para Rasul 19:1

“Sementara Apolos berada di Korintus, Paulus sedang menjelajahi pedalaman daerah itu lalu tiba di Efesus. Di sana ia berjumpa dengan beberapa orang yang sudah percaya kepada Yesus.

Ia bertanya kepada mereka, "Sudahkah Saudara-saudara menerima Roh Allah ketika kalian percaya kepada Yesus?" Mereka menjawab, "Belum. Malah kami tidak pernah mendengar bahwa ada Roh Allah." Kalau begitu, dengan baptisan apakah kalian dibaptis?" tanya Paulus. "Dengan baptisan Yohanes," jawab mereka.

Lalu Paulus berkata, "Yohanes membaptis orang untuk menyatakan bahwa orang-orang itu sudah bertobat dari dosa-dosa mereka. Tetapi sementara itu juga Yohanes memberitahukan kepada orang-orang Israel bahwa mereka harus percaya kepada Orang yang akan datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus."

Ketika mereka mendengar itu, mereka dibaptis atas nama Tuhan Yesus.

Dan pada waktu Paulus meletakkan tangannya ke atas mereka, Roh Allah menguasai mereka, lalu mereka mulai berbicara dalam bahasa-bahasa yang aneh serta menyampaikan berita dari Allah. Jumlah mereka semuanya ada kira-kira dua belas orang.”

Apakah peranan Roh Kudus dalam doa kita?

1.     Menolong kita untuk suka berdoa

Zakharia 12:10


“Kemudian keturunan Daud serta penduduk Yerusalem akan 

Kuberi hati yang suka mengasihani dan suka berdoa. Mereka akan 

memandang dia yang telah mereka tikam dan meratapinya seperti 

orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan meratap 

dengan pilu, seperti orang yang telah kehilangan anak sulung.”

2.     Menolong kita berdoa dan berdoa melalui kita

Roma 8:26

“Begitu juga Roh Allah datang menolong kita kalau kita lemah. 

Sebab kita tidak tahu bagaimana seharusnya kita berdoa; Roh itu 

sendiri menghadap Allah untuk memohonkan bagi kita dengan 

kerinduan yang sangat dalam sehingga tidak dapat diucapkan.”

3.     Menolong kita berdoa dengan bahasa ajaib

1 Korintus 14:14-15


“Sebab kalau saya berdoa dengan bahasa yang ajaib, roh saya 

memang berdoa, tetapi pikiran saya tidak bekerja. Jadi, saya harus 

berbuat apa? Ini yang akan saya buat: Saya akan berdoa dengan roh

saya, tetapi saya akan berdoa juga dengan pikiran saya. Saya akan 

bernyanyi dengan roh saya, tetapi saya mau menyanyi juga dengan

pikiran saya.”

4.     Menolong kita dikuasai/pengaruhi Roh Kudus

Efesus 5:18

“Janganlah kalian mabuk oleh anggur, sebab itu akan merusakkan 

kalian. Sebaliknya, hendaklah kalian dikuasai oleh Roh Allah”

5.     Bahasa doa Roh Kudus ialah Bahasa Roh/ajaib

Roma 8:26

6.     Bahasa doa Roh Kudus akan menolong kita berbicara dengan Allah

1 Korintus 4:2


“Orang yang berbicara dalam bahasa yang ajaib, orang itu 

bukannya berbicara kepada manusia; ia berbicara kepada Allah.

Tidak ada orang yang mengerti apa yang ia katakan, sebab Roh

Allah yang menyebabkan ia mengucapkan hal-hal yang hanya 

diketahui Allah.”

7.     Bahasa doa Roh adalah untuk menguatkan iman kita

1 Korintus 14:4


“Orang yang berbicara dalam bahasa yang ajaib hanya menguatkan

dirinya sendiri saja, sedangkan orang yang menyampaikan berita 

dari Allah menolong jemaat menjadi maju.”


Jude 20


“Tetapi kalian, Saudara-saudaraku, binalah terus hidupmu 

berdasarkan percayamu kepada Yesus Kristus. Imanmu itu sangat 

suci. Sementara itu berdoalah dengan kuasa Roh Allah,”

8.     Bahasa doa Roh Kudus akan menolong kita menentang ajaran salah

Yudas 4

“Sebab tanpa kita sadari, ada oknum-oknum tertentu yang

menyelusup masuk ke tengah-tengah kita. Mereka orang-orang

bejat yang memutarbalikkan berita tentang rahmat Allah kita, 

untuk mendapat kesempatan melampiaskan hawa nafsu mereka. 

Dan mereka menolak Yesus Kristus, satu-satunya Penguasa dan 

Tuhan kita. Sejak dahulu hukuman untuk mereka sudah 

dinubuatkan dalam Alkitab.”

Yudas 19-20

“Mereka inilah orang-orang yang menimbulkan perpecahan. 

Mereka tidak dikuasai oleh Roh Allah, melainkan oleh keinginan-

keinginan tabiat duniawi. Tetapi kalian, Saudara-saudaraku, binalah

terus hidupmu berdasarkan percayamu kepada Yesus Kristus. 

Imanmu itu sangat suci. Sementara itu berdoalah dengan kuasa 

Roh Allah”




Cara-cara berdoa

Terdapat 5 cara untuk kita berdoa.

1.     Memberi pujian
2.     Mengakui dosa kita
3.     Meminta untuk diri sendiri
4.     Meminta untuk orang lain
5.     Berterima kasih sentiasa

1.     Memberi pujian

Pujilah Tuhan untuk kemegahanNya dan kebesaranNya. Cinta 

Tuhan terhadap kita berlimpah-limpah.  Hendaklah kita berikan 

Tuhan Allah segala pujian yang patut.


Wahyu 4:11

“Ya Tuhan, ya Allah kami! Engkau sajalah yang layak menerima pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkaulah pencipta segala sesuatu, dan atas kehendak-Mu juga segala sesuatu itu telah terjadi dan hidup."

Berilah satu daripada sifat Tuhan yang boleh kita berikan pujian.

2.     Mengakui dosa atau kesalahan kita

Doa ini dipanggil doa pengakuan.  Doa kita akan lebih efektif

jikalau hati kita bersih dari segala kemarahan atau rasa benci.

Lukas 15:21

“'Ayah,' kata anak itu, 'aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah.'”

1 Yohanes 1:9

“Tetapi kalau kita mengakui dosa-dosa kita kepada Allah, Ia akan menepati janji-Nya dan melakukan apa yang adil. Ia akan mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala perbuatan kita yang salah.”

3.     Meminta untuk diri kita sendiri

Matius 6:9-13

'”Bapa kami di surga: Engkaulah Allah yang Esa. Semoga Engkau 

disembah dan dihormati.  Engkaulah Raja kami. Semoga Engkau

memerintah di bumi dan kehendak-Mu ditaati seperti di surga.

Berilah pada hari ini makanan yang kami perlukan. Ampunilah 

kami dari kesalahan kami, seperti kami sudah mengampuni orang 

yang bersalah kepada kami.


Janganlah membiarkan kami kehilangan percaya pada waktu kami 

dicobai tetapi lepaskanlah kami dari kuasa si Jahat. (Engkaulah 

Raja yang berkuasa dan mulia untuk selama-lamanya. Amin.)”

4.     Meminta untuk orang lain

Yohanes 4:46-47

“Kemudian Yesus kembali ke Kana di Galilea, di mana Ia pernah
mengubah air menjadi anggur. Di kota itu ada seorang pegawai 
pemerintah, anaknya sedang sakit di Kapernaum.
Ketika ia mendengar bahwa Yesus telah datang ke Galilea dari 
Yudea, ia pergi kepada Yesus dan minta Yesus datang ke 
Kapernaum untuk menyembuhkan anaknya yang hampir mati.


Yesus berkata kepada pegawai pemerintah itu, "Kalau kalian tidak
melihat keajaiban-keajaiban, kalian tidak percaya."

Tuan," jawab pegawai pemerintah itu, "cepatlah datang sebelum anak saya mati." Kata Yesus kepadanya, "Pergilah, anakmu sembuh." Orang itu percaya akan perkataan Yesus, lalu ia pergi. Di tengah jalan, pelayan-pelayannya datang kepadanya dan mengabarkan, "Anak Tuan sudah sembuh." Lalu ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Mereka menjawab, "Kemarin kira-kira pukul satu tengah hari demamnya hilang."

 Lalu ayah anak itu teringat bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, "Anakmu sembuh." Maka ia dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus. Itulah keajaiban kedua yang dibuat Yesus di Galilea setelah Ia datang dari Yudea.”

5.     Berterima kasih selalu

Lukas 17:11-19

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus melalui daerah perbatasan Samaria dan Galilea. Waktu memasuki sebuah kampung, Ia didatangi sepuluh orang yang berpenyakit kulit yang mengerikan. Mereka berdiri dari jauh dan berteriak, "Yesus! Tuan! Kasihanilah kami!"

Waktu Yesus melihat mereka, Ia berkata, "Pergilah kepada imam-
imam, minta mereka memeriksa badanmu." Sementara mereka 
berjalan, hilanglah penyakit mereka.  Ketika seorang dari mereka 
menyadari bahwa ia sudah sembuh, ia kembali sambil bersorak-
sorak memuji Allah.

Lalu di depan Yesus, ia sujud dan mengucap terima kasih kepada-
Nya. Orang itu seorang Samaria.  Kemudian Yesus berkata, "Bukankah ada sepuluh orang yang disembuhkan? Di mana yang sembilan lagi?  Mengapa hanya orang asing ini yang kembali mengucap terima kasih kepada Allah?"

Lalu Yesus berkata kepada orang itu, "Bangunlah, dan pergilah

Karena engkau percaya kepada-Ku, engkau sembuh."

Berapa orang yang telah disembuh Yesus?

Berapa orang telah berterima kasih kepadaNya?



Mengenali Roh Kudus 2

Mengenali Roh Kudus (2)

Efesus 1:13

“Kalian pun sudah menjadi umat Allah sewaktu kalian mendengar pesan Allah, yakni Kabar Baik yang memberi keselamatan kepadamu. Kalian percaya kepada Yesus Kristus, karena itu Allah memberi tanda milik-Nya kepadamu, yaitu Roh-Nya yang dijanjikan-Nya.”

Apabila kita percaya kepada Yesus apakah yang akan terjadi kepada kita?

Kita akan menerima tanda milik Tuhan Allah!

Kita akan menerima Yesus Kristus, Allah Bapa dan Roh Kudus juga. Kesemua tiga-tiga ahli-ahli trinity.

Roh Kudus mempunyai kerja yang khusus di dalam hidup kita.

Dia menolong kita menjadi seorang kristian yang lebih baik dan Dia memberikan kita hadiah-hadiah rohani.

2 tugas khas:

1.  Roh Kudus mampu menjadikan kita sebagai seorang kristian yang lebih baik. Kita akan mempunyai sikap yang bagus. Cara kita bercakap, berlagak dan berkomunikasi dengan orang lain akan dikuasai Roh Kudus.

Galatia 5:19 -23

“Keinginan tabiat manusia nyata dalam perbuatan-perbuatan yang cabul, kotor, dan tidak patut; dalam penyembahan berhala dan ilmu guna-guna; dalam bermusuh-musuhan, berkelahi, cemburu, lekas marah, dan mementingkan diri sendiri; perpecahan dan berpihak-pihak, serta iri hati, bermabuk-mabukan, berpesta-pesta dan lain sebagainya. 

Terhadap semuanya itu saya peringatkan kalian sekarang sebagaimana saya peringatkan kalian dahulu juga, bahwa orang-orang yang melakukan hal-hal seperti itu tidak akan menjadi anggota umat Allah.

Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah: Mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia, mereka rendah hati, dan selalu sanggup menguasai diri. Tidak ada hukum agama yang melarang hal-hal seperti itu.”

Apakah 9 kualiti atau sikap yang baik yang akan diberikan kita oleh Roh Kudus?

Bagaimanakah kita boleh memperolehi sikap yang baik tersebut?

Yohanes 15:5

“Akulah pohon anggur, dan kalian cabang-cabangnya. Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan berbuah banyak; sebab tanpa Aku, kalian tak dapat berbuat apa-apa.”

Kita harus bersatu dengan Yesus dengan berdoa dan membaca Alkitab.

Bagaimanakah kita boleh membuangkan sifat-sifat kotor kita? 

Bagaimanakah kita boleh menpunyai sifat-sifat Roh Kudus yang baik?

Galatia 5:16

“Maksud saya begini: Biarlah Roh Allah membimbing kalian dan janganlah hidup menurut keinginan tabiat manusia.”

2.   Memberikan kita hadiah-hadiah rohani

Tugas Roh Kudus yang kedua ialah memberikan kita hadiah-hadiah rohani.
Hadiah-hadiah tersebut adalah untuk membina gereja kita.

Alkitab mengambarkan gereja sebagai BADAN YESUS KRISTUS. BadanNya mempunyai pelbagai fungsi. Mata untuk penglihatan, mulut untuk percakapan, telinga untuk mendengar, tangan untuk melayani orang lain.

Setiap bahagian Badan Kristus menpunyai peranan yang penting. Kesemua bahagian Badan Kristus adalah untuk membolehkan kita menolong satu sama lain.

Setiap bahagian mempunyai hadiah daripada Roh Kristus untuk menolong kita membina gereja dan satu sama lain.

1 Korintus 12:1-11

“Sekarang mengenai karunia-karunia yang diberikan Roh Allah. Mengenai itu, saya mau Saudara-saudara mengetahui yang sebenarnya.  Ingatlah bahwa pada waktu kalian belum mengenal Tuhan, kalian terpengaruh untuk mengikuti berhala yang bisu.

Kalian harus tahu bahwa orang yang dipimpin Roh Allah tidak dapat berkata, "Terkutuklah Yesus!" Begitu juga tidak seorang pun dapat mengatakan, "Yesuslah Tuhan!" kalau orang itu tidak dipimpin Roh Allah.

Ada bermacam-macam karunia dari Roh Allah, tetapi semuanya diberi oleh Roh yang satu. Ada bermacam-macam pekerjaan untuk melayani Tuhan, tetapi Tuhan yang dilayani itu, Tuhan yang satu juga!

Ada berbagai-bagai cara mengerjakan pekerjaan Tuhan, tetapi yang memberikan kekuatan untuk itu kepada setiap orang adalah Allah yang satu juga. 

Untuk kebaikan kita semua, Roh Allah bekerja pada setiap orang secara sendiri-sendiri.  Kepada yang seorang, Roh itu memberikan kesanggupan untuk berbicara dengan wibawa. Kepada yang lain Roh yang sama itu memberikan kesanggupan untuk menjelaskan tentang Allah.

Roh yang satu itu juga memberikan kepada orang yang satu, kemampuan yang luar biasa untuk percaya kepada Kristus; sedangkan kepada yang lain Roh itu memberikan kuasa untuk menyembuhkan orang.

Kepada seorang diberikan kuasa untuk mengadakan keajaiban dan kepada yang lain diberikan karunia untuk memberitahukan rencana-rencana Allah.

Kepada yang lain lagi Roh itu memberi kesanggupan untuk membeda-bedakan mana karunia yang dari Roh Allah dan mana yang bukan. Ada yang diberikan kesanggupan untuk berbicara dengan berbagai bahasa yang ajaib, dan ada pula yang diberikan kesanggupan untuk menerangkan arti bahasa-bahasa itu.

Semuanya itu dikerjakan oleh Roh yang satu itu juga; masing-masing orang diberi karunia yang tersendiri menurut kemauan Roh itu sendiri.”

Terdapat 9 karunia Roh Kudus. Apakah karunia tersebut?

Roma 12:6-8

“Kita masing-masing mempunyai karunia-karunia pelayanan yang berlainan. Karunia-karunia itu diberikan oleh Allah kepada kita menurut rahmat-Nya. Sebab itu kita harus memakai karunia-karunia itu. Orang yang mempunyai karunia untuk mengabarkan berita dari Allah, harus mengabarkan berita dari Allah itu menurut kemampuan yang ada padanya.

Orang yang mempunyai karunia untuk menolong orang lain, harus sungguh-sungguh menolong orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk mengajar, harus sungguh-sungguh mengajar.

Orang yang mempunyai karunia untuk memberi semangat kepada orang lain, harus sungguh-sungguh memberi semangat kepada orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk memberikan kepada orang lain apa yang dipunyainya, harus melakukan itu dengan murah hati secara wajar. Orang yang mempunyai karunia untuk memimpin, harus sungguh-sungguh memimpin. Orang yang mempunyai karunia untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, harus melakukannya dengan senang hati.”

Apakah karunia yang disebut di dalam ayat-ayat di atas?

Tidak seorang akan mendapat semua karunia di atas. Bukan niat Tuhan untuk memberi karuniaNya kepada seorang sehaja.

Apakah sebab atau tujuan utama karunia diberikan?

1 Korintus 12:7

“Untuk kebaikan kita semua, Roh Allah bekerja pada setiap orang secara sendiri-sendiri.”

1 Korintus 12:31

“Karena itu, hendaklah kalian berusaha sungguh-sungguh untuk mendapat karunia-karunia yang paling utama. Namun berikut ini saya menunjukkan kepadamu jalan yang terbaik

1 Korintus 13:1-13

“Meskipun saya dapat berbicara dengan berbagai bahasa manusia, bahkan dengan bahasa malaikat sekalipun, tetapi saya tidak mengasihi orang lain, maka ucapan-ucapan saya itu hanya bunyi yang nyaring tanpa arti.

Meskipun saya pandai menyampaikan berita dari Allah, dan mengerti semua hal yang dalam-dalam, dan tahu segala sesuatu serta sangat percaya kepada Allah sehingga dapat membuat gunung berpindah, tetapi saya tidak mengasihi orang-orang lain, maka saya tidak berarti apa-apa!

Meskipun semua yang saya miliki, saya sedekahkan kepada orang miskin, dan saya menyerahkan diri saya untuk dibakar, tetapi saya tidak mengasihi orang-orang lain, maka semuanya itu tidak ada gunanya sama sekali.

Orang yang mengasihi orang-orang lain, sabar dan baik hati. Ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, tidak sombong. Ia tidak angkuh, tidak kasar, ia tidak memaksa orang lain untuk mengikuti kemauannya sendiri, tidak juga cepat tersinggung, dan tidak dendam.

Orang yang mengasihi orang-orang lain, tidak senang dengan kejahatan, ia hanya senang dengan kebaikan.  Ia tahan menghadapi segala sesuatu dan mau percaya akan yang terbaik pada setiap orang; dalam keadaan yang bagaimanapun juga orang yang mengasihi itu tidak pernah hilang harapannya dan sabar menunggu segala sesuatu.

Tidak pernah akan ada saat di mana orang tidak perlu saling mengasihi. Sekarang ini ada orang yang pandai menyampaikan berita dari Allah, tetapi nanti ia akan berhenti menyampaikan berita itu. Sekarang ada yang pandai berbicara dalam berbagai bahasa yang ajaib, tetapi nanti ia akan berhenti berbicara dalam bahasa-bahasa itu. Sekarang ada orang yang mengetahui banyak hal, tetapi nanti apa yang mereka ketahui itu akan dilupakan.

Sebab, pengetahuan kita dan kesanggupan kita untuk menyampaikan berita dari Allah, masih kurang sempurna.  Nanti akan tiba waktunya Allah membuat semuanya sempurna, dan yang tidak sempurna itu akan hilang.

Pada waktu saya masih anak kecil, saya berbicara seperti anak kecil, saya berperasaan seperti anak kecil dan saya berpikir seperti anak kecil. Sekarang saya sudah dewasa, kelakuan saya yang kekanak-kanakan sudah saya buang.

Apa yang kita lihat sekarang ini adalah seperti bayangan yang kabur pada cermin. Tetapi nanti kita akan melihat langsung dengan jelas. Sekarang saya belum tahu segalanya, tetapi nanti saya akan tahu segalanya sama seperti Allah tahu segalanya mengenai diri saya.

Jadi, untuk saat ini ada tiga hal yang kita harus tetap lakukan: percaya, berharap dan saling mengasihi. Yang paling penting dari ketiganya itu ialah mengasihi orang-orang lain.”

Apakah karunia yang paling penting?

Apakah karunia yang kamu telah terima?

Apakah karunia yang kamu ingin terima?