Thursday, August 29, 2013

Musa - Sifat-sifat pemimpin yang baik (1)


Musa – sifat-sifat pemimpin yang baik (Bab 1)

Musa adalah pemimpin yang satu-satunya sehaja.

Ulangan 34:10 “Di Israel tak ada lagi nabi seperti Musa yang berbicara berhadapan muka dengan TUHAN”

Sejarah keluarganya

Apakah sejarah atau cerita keluarga Musa?

Dia merupakan anak lelaki Amram dan Jochebed. Adiknya Aaron dan kakaknya Miriam.

Selepas kelahirannya Musa diselamatkan dari bencana dan dia menjadi anak Puteri Mesir.

Kisah Rasul

“7:15 Maka Yakub pindah ke Mesir dan di situlah ia dan nenek moyang kita meninggal.

7:16 Mayat mereka kemudian dibawa kembali ke Sikhem dan dikuburkan di kuburan yang sudah dibeli dengan sejumlah uang oleh Abraham dari suku bangsa Hemor di Sikhem.

7:17 Ketika sudah hampir waktunya Allah memenuhi janji-Nya kepada Abraham, bangsa kita di Mesir sudah bertambah banyak.

7:18 Akhirnya seorang raja lain yang tidak mengenal Yusuf, memerintah di Mesir.

7:19 Raja itu mempermainkan bangsa kita dan kejam terhadap nenek moyang kita. Ia memaksa mereka membuang bayi-bayi mereka yang baru lahir supaya terlantar dan mati.

7:20 Pada masa itulah Musa lahir; ia bayi yang bagus sekali. Tiga bulan lamanya ia dipelihara di rumah bapaknya,

7:21 dan setelah ia dibuang, putri Firaun mengambil dia, lalu memelihara dia sebagai anaknya sendiri.

7:22 Segala ilmu bangsa Mesir diajarkan kepadanya dan ia menjadi orang yang sangat berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.”

Semasa Musa berumur 40 tahun dia melarikan diri dan tinggal di kawasan pedalaman selama 40 tahun. Di situlah dia berkahwin dengan Zipporah dan mempunyai dua orang anak lelaki.

Kisah Rasul-Rasul

“7:23 Waktu Musa berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk pergi melihat keadaan bangsanya orang Israel.

7:24 Lalu ia melihat seorang dari mereka dianiaya oleh seorang Mesir; maka ia membela orang yang dianiaya itu dengan membunuh orang Mesir itu.

7:25 Musa menyangka bangsanya akan mengerti bahwa Allah sedang memakai dia untuk membebaskan mereka. Tetapi ternyata mereka tidak mengerti.

7:26 Besoknya ia melihat pula dua orang Israel berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka. Ia berkata, 'Kalian ini bersaudara. Mengapa kalian berkelahi?'

7:27 Tetapi orang yang memukul kawannya itu mendorong Musa ke pinggir lalu berkata, 'Siapa yang mengangkat kau menjadi pemimpin dan hakim kami?

7:28 Apa kau mau membunuh saya juga seperti kau membunuh orang Mesir itu kemarin?'

7:29 Ketika Musa mendengar apa yang dikatakan oleh orang itu, Musa lari dari Mesir lalu tinggal di negeri Midian. Di sana ia mendapat dua orang anak.”

Kemudian Musa bertemu dengan Tuhan melalui suatu kejadian ajaib.

Keluaran

“3:1 Pada waktu itu Musa menggembalakan domba-domba dan kambing-kambing Yitro, mertuanya, imam di tanah Midian. Ketika ia sedang menggiring ternak itu ke seberang padang gurun, tibalah ia di Gunung Sinai, gunung yang suci.

3:2 Di situ malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dalam nyala api yang keluar dari tengah-tengah semak. Musa melihat semak itu menyala, tetapi tidak terbakar.

3:3 "Luar biasa," pikirnya. "Semak itu tidak terbakar! Baiklah kulihat dari dekat."

3:4 TUHAN melihat Musa mendekati tempat itu, maka Ia berseru dari tengah-tengah semak itu, "Musa! Musa!" "Saya di sini," jawab Musa.

3:5 Lalu Allah berkata, "Jangan dekat-dekat. Buka sandalmu, sebab engkau berdiri di tanah yang suci.”

Sifat-sifat yang ketara

Pemimpin yang tidak sombong

Musa hanya seorang di sejarah Alkitab yang bertemu Tuhan di semak yang bernyala! Namun dia tidak cepat-cepat beraksi ataupun cari peluang untuk menunjukkan kehebatannya.

Dia langsung tidak menunjukkan sebarang keangkuhan atau kesombongan.

Namun dia telah jumpa dengan bapa mertuanya untuk memohon kebenaran balik ke Mesir!

Memang serong pemimpin yang sabar dan tidak menunjuk-nunjuk langsung.

Pemimpin yang sabar

Walaupun telah dihalau oleh orang-orang Yunani, Musa terus lari ke Midian.

40 tahun kemudian Tuhan berbicara kepada Musa bahawa mereka yang berhasrat untuk membunuhnya sudah mati.

Kalau kita menghadapi masalah dengan sesiapa, kita harus berdoa supaya keadaan bertambah baik.

Kadang-kadangkala ada manfaat untuk menjauhi diri untuk seketika seperti Abram meninggalkan Lot. Paulus menjauhi diri dari Barnabas akibat sengketa dengan Markus. Kisah Rasul 15:36-41.

Joseph melarikan diri dari Herod seperti yang diminta Tuhan. Matius 2:13-15. Walaupun anaknya ialah anak Tuhan Joseph tidak menunjuk-nunjuk langsung.

Pemimpin yang baik akan menunggu peluang keemasan dari Tuhan sebelum bergerak atau bertindak.

Keluaran 14:13-14

“Musa menjawab, "Jangan takut! Bertahanlah! Kamu akan melihat apa yang dilakukan TUHAN untuk menyelamatkan kamu. Orang Mesir yang kamu lihat sekarang, tak akan kamu lihat lagi.

TUHAN akan berjuang untuk kamu, dan kamu tak perlu berbuat apa-apa."




No comments:

Post a Comment