Friday, August 30, 2013

Musa - Pemimpin yang baik (2)

Musa – Sifat-sifat pemimpin yang baik (2)

2.3 Pemimpin yang mampu mengendalikan musuh/orang-orang 

yang keras kepala


Seorang pemimpin tidak akan terlepas daripada permusuhan.

Sebagai contoh Firaun merupakan musuh Musa tetapi Tuhan telah 

mengarahkan Musa menghadapinya. 

Memang dari mula tugasannya Musa sudah diberitahu Tuhan tentang sifat keras kepala Firaun yang tidak akan mengindari arahan Musa.

“Jangan harapkan bahawa Firaun akan bersetuju untuk melepaskan orang-orang Hebrew. Malahan dia tidak akan membenarkannya!”

Seorang pemimpin biarpun di office atau gereja akan menghadapi 

orang yang tidak mahu bekerjasama dengan kita. 

Bagaimana kita dapat menanganinya?


Tengoklah reaksi Firaun:

Keluaran 5: 1-2  

“Tetapi Firaun berkata: “Siapakah Tuhan itu yang harus 

kudengarkan firmanya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak

kenal aku Tuhan itu dan tidak juga aku akan biarkan orang Israel 

pergi”


Sebagai pemimpin di mana-manapun kita tidak akan selalunya 

mendapat pengikut-pengikut yang rela mendengar dan mematuhi 

arahan kita.


Musa terpaksa mengendalikan sikap biadap Firaun terhadap dirinya

dan terhadap Tuhan. Pemimpin yang baik harus sedar bahawa 

walaupun dia membuat pelayanan yang baik dia tidak akan terlepas

daripada kebencian dan kecemburuan orang lain.


Sebenarnya hamba Allah harus menyedari bahawa pelayanannya

akan melalui masa-masa yang sukar terutamanya bertemu dengan 

orang-orang yang menimbulkan masalah dan tidak bersyukur

kepada Allah.


Janganlah kita membenarkan orang-orang yang keras kepala

menjejaskan kerja kita yang baik. Kita harus sabar, mempunyai 

kebijaksanaan dan matang untuk mengharungi segala masalah.

Musa bukan saja menghadapi Firaun yang keras kepala namun juga

orang-orang Israel yang mengutuk, mencaci dan memakinya.


Keluaran 5:20-23

“Waktu mereka meninggalkan Firaun berjumpalah mereka dengan 

Musa dan Harun yang sedang  menantikan mereka lalu mereka

berkata kepada keduanya “Kiranya Tuhan memerhatikan

perbuatanmu dan menghukumkan kamu, kerana kamu telah

membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya

dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk menghukum kami”


Bukan sehaja Musa tetapi Elia juga mengalami masalah yang sama.

 Elia dengan terus terang telah berkata kepada Ahab bahawa orang

yang membawa masalah kepada Israel bukanlah Elia tetapi Ahab!


1 Raja-Raja 18:17-18

“Sesudah selepas Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya “Engkaukah itu yang mencelekakan Israel? Jawab Elia kepadanya “Bukan aku yang mencelekakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluarga kamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah Tuhan dan engkau telah mengikuti Baal”

2.4 Pemimpin yang sayangkan hadirat Tuhan

Musa akan mengambil masa untuk bertemu dengan Tuhan.

Apakah yang agak di buatnya semasa pertemuan tersebut?


Keluaran 33:7- 9

“Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar

perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamakannya Kemah

Pertemuan. Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah 

seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu 

kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai 

ia masuk ke kemah”


“Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan

berhenti di pintu kemah dan berbicaralah Tuhan dengan Musa di 

sana. Perkara ini dilihat semua orang Israel.”


Keluaran 33:10

“Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahawa tiang awan berhenti di 

pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-

masing di pintu kemahnya).


Keluaran 33:11

“Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka

seperti seorang berbicara dengan temannya….”

Alangkah hebatnya kalau kita dipanggil teman atau rakan Tuhan!

Memang di Kitab Injil Yesus telah memanggil kita kawan karibNya!


Yohanes 15:14-15

“Kamu adalah sahabatku jika kamu berbuat apa yang 

Kuperintahkan kepada kamu. Aku tidak menyebut kamu lagi 

hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, 

tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah 

memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang Aku telah 

dengar daripada BapaKu”



2.5 Pemimpin yang mampu berkomunikasi


Salah satu masalah besar di tempat kerja ialah kurangnya 

komunikasi di antara pekerja dan boss.


Melalui satu kajian adalah didapati bahawa perkara yang kecil 

boleh menjadi besar atau serius akibat kekurangan komunikasi.


Musa merupakan pemimpin yang selalu berkomunikasi dengan pemimpin-pemimpin bawahannya dan juga bangsanya. Bukan sehaja dia komunikasi kabar dan arahan Tuhan malah dia juga komunikasi dengan bapa mertuanya meminta pengajaran.

Keluaran 4:28-30
“Musa menceritakan kepada Harun semua yang dikatakan TUHAN kepadanya ketika ia disuruh kembali ke Mesir, juga tentang semua keajaiban yang harus dibuatnya. Kemudian Musa dan Harun pergi ke Mesir dan mengumpulkan semua pemimpin Israel. Harun menyampaikan kepada mereka segala yang dikatakan TUHAN kepada Musa, dan Musa melakukan semua keajaiban di depan orang-orang itu. Maka percayalah mereka, dan ketika mereka mendengar bahwa TUHAN sudah memperhatikan bangsa Israel dan melihat segala penderitaan mereka, mereka sujud menyembah.”
Seorang pemimpin yang baik akan selalu mencari peluang untuk berkomunikasi kehendak Tuhan dengan pemimpin-pemimpinnya yang lain.
Pemimpin yang baik seperti Musa juga tidak segan-segan meminta nasihat.
Exodus 18:13-27
“Keesokan harinya Musa mengadili perselisihan-perselisihan antara orang-orang Israel. Pekerjaan itu makan waktu dari pagi sampai malam. Ketika Yitro melihat semua yang harus dikerjakan Musa, ia bertanya, "Apa saja yang harus kaukerjakan untuk bangsa ini? Haruskah semua ini kaukerjakan sendirian, sehingga untuk minta nasihatmu saja, orang-orang itu mesti berdiri di sini dari pagi sampai malam?”
“Jawab Musa, "Orang-orang itu datang kepada saya untuk mengetahui kehendak Allah. Kalau mereka berselisih, mereka menghadap saya supaya memutuskan perkara mereka, dan saya sampaikan kepada mereka perintah-perintah dan hukum-hukum Allah."
“Kata Yitro, "Tidak baik begitu. Dengan cara itu engkau melelahkan dirimu sendiri, dan juga orang-orang itu. Pekerjaan itu terlalu banyak untuk satu orang. Dengarlah nasihat saya, dan Allah akan menolongmu. Memang baik engkau mewakili bangsa ini di hadapan Allah dan membawa persoalan mereka kepada-Nya.”

“Engkau harus mengajarkan kepada mereka perintah-perintah Allah dan menerangkan cara hidup yang baik dan apa yang harus mereka lakukan.”

“Tetapi di samping itu engkau harus memilih beberapa orang laki-laki yang bijaksana, dan menunjuk mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang. Mereka hendaknya orang-orang yang takut dan taat kepada Allah, dapat dipercaya dan tak mau menerima uang suap.”

“Suruhlah mereka bertindak sebagai hakim bangsa ini, masing-masing bagi kelompoknya. Tugas itu harus mereka lakukan secara teratur. Perkara-perkara yang penting boleh mereka ajukan kepadamu, tetapi perselisihan yang kecil-kecil dapat mereka bereskan sendiri. Hal itu akan meringankan engkau karena mereka ikut bertanggung jawab. Jika engkau berbuat begitu, dan hal itu diperintahkan Allah kepadamu, engkau akan mampu melakukan tugasmu, dan semua orang akan pulang dengan puas karena persoalan mereka cepat dibereskan."

“Musa mengikuti nasihat Yitro, dan memilih orang-orang yang bijaksana di antara bangsa Israel. Ia menunjuk mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang.”

“Mereka menjalankan tugasnya sebagai hakim-hakim atas bangsa Israel. Perkara-perkara penting mereka ajukan kepada Musa, sedangkan perselisihan kecil-kecil mereka bereskan sendiri. Kemudian Musa melepas Yitro pergi dan pulanglah Yitro ke negerinya.”

No comments:

Post a Comment