Musa – Sifat-sifat pemimpin yang baik
(2)
2.3 Pemimpin
yang mampu mengendalikan musuh/orang-orang
yang keras kepala
yang keras kepala
Seorang pemimpin tidak akan terlepas
daripada permusuhan.
Sebagai contoh Firaun merupakan musuh
Musa tetapi Tuhan telah
mengarahkan Musa menghadapinya.
Memang dari mula tugasannya Musa sudah diberitahu Tuhan tentang sifat keras kepala Firaun yang tidak akan mengindari arahan Musa.
mengarahkan Musa menghadapinya.
Memang dari mula tugasannya Musa sudah diberitahu Tuhan tentang sifat keras kepala Firaun yang tidak akan mengindari arahan Musa.
“Jangan harapkan bahawa Firaun akan bersetuju
untuk melepaskan orang-orang Hebrew. Malahan dia tidak akan membenarkannya!”
Seorang pemimpin biarpun di office
atau gereja akan menghadapi
orang yang tidak mahu bekerjasama dengan kita.
Bagaimana kita dapat menanganinya?
orang yang tidak mahu bekerjasama dengan kita.
Bagaimana kita dapat menanganinya?
Tengoklah reaksi Firaun:
Keluaran 5: 1-2
“Tetapi Firaun berkata: “Siapakah Tuhan itu yang harus
kudengarkan firmanya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak
kenal aku Tuhan itu dan tidak juga aku akan biarkan orang Israel
pergi”
“Tetapi Firaun berkata: “Siapakah Tuhan itu yang harus
kudengarkan firmanya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak
kenal aku Tuhan itu dan tidak juga aku akan biarkan orang Israel
pergi”
Sebagai pemimpin di mana-manapun kita
tidak akan selalunya
mendapat pengikut-pengikut yang rela mendengar dan mematuhi
arahan kita.
mendapat pengikut-pengikut yang rela mendengar dan mematuhi
arahan kita.
Musa terpaksa mengendalikan sikap
biadap Firaun terhadap dirinya
dan terhadap Tuhan. Pemimpin yang baik harus sedar bahawa
walaupun dia membuat pelayanan yang baik dia tidak akan terlepas
daripada kebencian dan kecemburuan orang lain.
dan terhadap Tuhan. Pemimpin yang baik harus sedar bahawa
walaupun dia membuat pelayanan yang baik dia tidak akan terlepas
daripada kebencian dan kecemburuan orang lain.
Sebenarnya hamba Allah harus menyedari bahawa
pelayanannya
akan melalui masa-masa yang sukar terutamanya bertemu dengan
orang-orang yang menimbulkan masalah dan tidak bersyukur
kepada Allah.
akan melalui masa-masa yang sukar terutamanya bertemu dengan
orang-orang yang menimbulkan masalah dan tidak bersyukur
kepada Allah.
Janganlah kita membenarkan orang-orang
yang keras kepala
menjejaskan kerja kita yang baik. Kita harus sabar, mempunyai
kebijaksanaan dan matang untuk mengharungi segala masalah.
menjejaskan kerja kita yang baik. Kita harus sabar, mempunyai
kebijaksanaan dan matang untuk mengharungi segala masalah.
Musa bukan saja menghadapi Firaun
yang keras kepala namun juga
orang-orang Israel yang mengutuk, mencaci dan memakinya.
orang-orang Israel yang mengutuk, mencaci dan memakinya.
Keluaran 5:20-23
“Waktu mereka meninggalkan Firaun
berjumpalah mereka dengan
Musa dan Harun yang sedang menantikan mereka lalu mereka
berkata kepada keduanya “Kiranya Tuhan memerhatikan
perbuatanmu dan menghukumkan kamu, kerana kamu telah
membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya
dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk menghukum kami”
Musa dan Harun yang sedang menantikan mereka lalu mereka
berkata kepada keduanya “Kiranya Tuhan memerhatikan
perbuatanmu dan menghukumkan kamu, kerana kamu telah
membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya
dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk menghukum kami”
Bukan sehaja Musa tetapi Elia juga
mengalami masalah yang sama.
Elia dengan terus terang telah berkata kepada Ahab bahawa orang
yang membawa masalah kepada Israel bukanlah Elia tetapi Ahab!
Elia dengan terus terang telah berkata kepada Ahab bahawa orang
yang membawa masalah kepada Israel bukanlah Elia tetapi Ahab!
1 Raja-Raja 18:17-18
“Sesudah selepas Ahab melihat Elia,
ia berkata kepadanya “Engkaukah itu yang mencelekakan Israel? Jawab Elia
kepadanya “Bukan aku yang mencelekakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum
keluarga kamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah Tuhan dan engkau
telah mengikuti Baal”
2.4 Pemimpin
yang sayangkan hadirat Tuhan
Musa akan mengambil masa untuk
bertemu dengan Tuhan.
Apakah yang agak di buatnya semasa
pertemuan tersebut?
Keluaran 33:7- 9
“Musa mengambil kemah dan
membentangkannya di luar
perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamakannya Kemah
Pertemuan. Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah
seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu
kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai
ia masuk ke kemah”
perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamakannya Kemah
Pertemuan. Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah
seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu
kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai
ia masuk ke kemah”
“Apabila Musa masuk ke dalam kemah
itu, turunlah tiang awan dan
berhenti di pintu kemah dan berbicaralah Tuhan dengan Musa di
sana. Perkara ini dilihat semua orang Israel.”
berhenti di pintu kemah dan berbicaralah Tuhan dengan Musa di
sana. Perkara ini dilihat semua orang Israel.”
Keluaran 33:10
“Setelah seluruh bangsa itu melihat,
bahawa tiang awan berhenti di
pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-
masing di pintu kemahnya).
pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-
masing di pintu kemahnya).
Keluaran 33:11
“Dan Tuhan berbicara kepada Musa
dengan berhadapan muka
seperti seorang berbicara dengan temannya….”
seperti seorang berbicara dengan temannya….”
Alangkah hebatnya kalau kita
dipanggil teman atau rakan Tuhan!
Memang di Kitab Injil Yesus telah
memanggil kita kawan karibNya!
Yohanes 15:14-15
“Kamu adalah sahabatku jika kamu
berbuat apa yang
Kuperintahkan kepada kamu. Aku tidak menyebut kamu lagi
hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya,
tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah
memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang Aku telah
dengar daripada BapaKu”
Kuperintahkan kepada kamu. Aku tidak menyebut kamu lagi
hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya,
tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah
memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang Aku telah
dengar daripada BapaKu”
2.5 Pemimpin
yang mampu berkomunikasi
Salah satu masalah besar di tempat
kerja ialah kurangnya
komunikasi di antara pekerja dan boss.
komunikasi di antara pekerja dan boss.
Melalui satu kajian adalah didapati
bahawa perkara yang kecil
boleh menjadi besar atau serius akibat kekurangan komunikasi.
boleh menjadi besar atau serius akibat kekurangan komunikasi.
Musa merupakan pemimpin yang selalu
berkomunikasi dengan pemimpin-pemimpin bawahannya dan juga bangsanya. Bukan sehaja dia komunikasi kabar dan
arahan Tuhan malah dia juga komunikasi dengan bapa mertuanya meminta
pengajaran.
Keluaran 4:28-30
“Musa menceritakan kepada Harun semua yang dikatakan TUHAN kepadanya
ketika ia disuruh kembali ke Mesir, juga tentang semua keajaiban yang harus
dibuatnya. Kemudian Musa dan Harun pergi ke Mesir dan mengumpulkan semua
pemimpin Israel. Harun menyampaikan kepada mereka segala yang dikatakan TUHAN
kepada Musa, dan Musa melakukan semua keajaiban di depan orang-orang itu. Maka
percayalah mereka, dan ketika mereka mendengar bahwa TUHAN sudah memperhatikan
bangsa Israel dan melihat segala penderitaan mereka, mereka sujud menyembah.”
Seorang pemimpin yang baik akan selalu mencari peluang untuk
berkomunikasi kehendak Tuhan dengan pemimpin-pemimpinnya yang lain.
Pemimpin yang baik seperti Musa juga tidak segan-segan meminta nasihat.
Exodus 18:13-27
“Keesokan harinya
Musa mengadili perselisihan-perselisihan antara orang-orang Israel. Pekerjaan
itu makan waktu dari pagi sampai malam. Ketika Yitro melihat semua yang harus
dikerjakan Musa, ia bertanya, "Apa saja yang harus kaukerjakan untuk
bangsa ini? Haruskah semua ini kaukerjakan sendirian, sehingga untuk minta
nasihatmu saja, orang-orang itu mesti berdiri di sini dari pagi sampai malam?”
“Jawab Musa,
"Orang-orang itu datang kepada saya untuk mengetahui kehendak Allah. Kalau
mereka berselisih, mereka menghadap saya supaya memutuskan perkara mereka, dan
saya sampaikan kepada mereka perintah-perintah dan hukum-hukum Allah."
“Kata Yitro,
"Tidak baik begitu. Dengan cara itu engkau melelahkan dirimu sendiri, dan
juga orang-orang itu. Pekerjaan itu terlalu banyak untuk satu orang. Dengarlah
nasihat saya, dan Allah akan menolongmu. Memang baik engkau mewakili bangsa ini
di hadapan Allah dan membawa persoalan mereka kepada-Nya.”
“Engkau harus mengajarkan kepada mereka perintah-perintah Allah dan menerangkan cara hidup yang baik dan apa yang harus mereka lakukan.”
“Tetapi di samping itu engkau harus memilih beberapa orang laki-laki yang bijaksana, dan menunjuk mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang. Mereka hendaknya orang-orang yang takut dan taat kepada Allah, dapat dipercaya dan tak mau menerima uang suap.”
“Suruhlah mereka bertindak sebagai hakim bangsa ini, masing-masing bagi kelompoknya. Tugas itu harus mereka lakukan secara teratur. Perkara-perkara yang penting boleh mereka ajukan kepadamu, tetapi perselisihan yang kecil-kecil dapat mereka bereskan sendiri. Hal itu akan meringankan engkau karena mereka ikut bertanggung jawab. Jika engkau berbuat begitu, dan hal itu diperintahkan Allah kepadamu, engkau akan mampu melakukan tugasmu, dan semua orang akan pulang dengan puas karena persoalan mereka cepat dibereskan."
“Musa mengikuti nasihat Yitro, dan memilih orang-orang yang bijaksana di antara bangsa Israel. Ia menunjuk mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang.”
“Engkau harus mengajarkan kepada mereka perintah-perintah Allah dan menerangkan cara hidup yang baik dan apa yang harus mereka lakukan.”
“Tetapi di samping itu engkau harus memilih beberapa orang laki-laki yang bijaksana, dan menunjuk mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang. Mereka hendaknya orang-orang yang takut dan taat kepada Allah, dapat dipercaya dan tak mau menerima uang suap.”
“Suruhlah mereka bertindak sebagai hakim bangsa ini, masing-masing bagi kelompoknya. Tugas itu harus mereka lakukan secara teratur. Perkara-perkara yang penting boleh mereka ajukan kepadamu, tetapi perselisihan yang kecil-kecil dapat mereka bereskan sendiri. Hal itu akan meringankan engkau karena mereka ikut bertanggung jawab. Jika engkau berbuat begitu, dan hal itu diperintahkan Allah kepadamu, engkau akan mampu melakukan tugasmu, dan semua orang akan pulang dengan puas karena persoalan mereka cepat dibereskan."
“Musa mengikuti nasihat Yitro, dan memilih orang-orang yang bijaksana di antara bangsa Israel. Ia menunjuk mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang.”
“Mereka menjalankan tugasnya
sebagai hakim-hakim atas bangsa Israel. Perkara-perkara penting mereka ajukan
kepada Musa, sedangkan perselisihan kecil-kecil mereka bereskan sendiri.
Kemudian Musa melepas Yitro pergi dan pulanglah Yitro ke negerinya.”
No comments:
Post a Comment